SINBAD

Sistem Informasi Bendungan dan Waduk

Apa itu Galeri Bendungan Indonesia?

Galeri Bendungan Indonesia dibentuk untuk melakukan kegiatan monitoring bendungan-bendungan di seluruh Indonesia. Galeri ini juga sebagai representasi siklus pembangunan PUPR yang menyediakan fungsi monitoring, informasi dan edukasi dalam satu atap.

Apa itu Pusat Monitoring Bendungan?

Pusat Monitoring Bendungan (PMB) merupakan tempat untuk melakukan monitoring serta evaluasi terhadap kegiatan Operasi dan Pemeliharaan bendungan. Total bendungan yang dimonitoring oleh PMB sebanyak 240 bendungan di Indonesia.

Apa itu Bendungan dan Waduk?

Bendungan adalah bangunan yang berupa urukan tanah, urukan batu, dan beton, yang dibangun selain untuk menahan dan menampung air, dapat pula dibangun untuk menahan dan menampung limbah tambang, atau menampung lumpur sehingga terbentuk waduk. Sementara waduk adalah wadah buatan yang terbentuk sebagai akibat dibangunnya bendungan.

Layanan Bendungan

Bendungan di Indonesia

Jumlah Bendungan

Volume Ketersediaan

Program Pemberdayaan Masyarakat

  • All Post
  • Program Pemberdayaan Masyarakat

Apa itu SINBAD?

SINBAD merupakan sistem informasi yang bertujuan untuk memudahkan Unit Pengelola Bendungan dan Pusat Monitoring Bendungan melakukan pemantauan bendungan, menjaga keamanan bendungan dan pemantauan pemenuhan layananan bendungan berdasarkan fungsi bendungan tersebut.

Galeri Foto


Ketersediaan Data

Data PMB

Alur Pengajuan Data

  1. Pemohon mengisi form “Hubungi Kami” untuk mengajukan data;
  2. Permohonan data masuk ke Pusat Monitoring Bendungan (PMB);
  3. Permohonan akan diteruskan kepada tim yang mengelola data terkait;
  4. PMB akan mengkonfirmasi ketersediaan data yang diajukan pemohon melalui email atau WhatsApp;
  5. Data dikirimkan ke pemohon;
  6. Selesai

Galeri Bendungan Indonesia

Salah satu fungsi utama Galeri Bendungan Indonesia adalah Pusat Monitoring Bendungan (PMB), yaitu pusat pemantauan bendungan secara nasional yang menampilkan informasi kondisi dan operasional bendungan di seluruh Indonesia. Keberadaan PMB mendukung pemantauan keselamatan bendungan secara berkelanjutan, sebagai upaya deteksi dini potensi permasalahan serta memastikan bendungan dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pusat Monitoring Bendungan

Pemantauan kondisi infrastruktur bendungan berperan penting dalam memastikan kondisi kesehatan dan fungsi operasional bendungan. Kegagalan bendungan menimbulkan risiko tinggi bagi manusia. Oleh karena itu, diperlukan pengamatan dengan tujuan mendeteksi kemungkinan kegagalan bendungan dan memastikan manfaat bendungan bisa dirasakan oleh masyarakat.

Tujuan dibentuknya PMB adalah untuk meningkatkan kemanfaatan fungsi sumber daya air, pelestarian air, pengendalian daya rusak air, dan fungsi pengamanan tampungan untuk pemenuhan layanan bendungan.

Pengelolaan Bendungan

Saat ini Indonesia memiliki bendungan yang tersebar di berbagai daerah. Berdasarkan data Unit Pusat Monitoring Bendungan, tercatat sebanyak 240 bendungan yang telah beroperasi dan dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Pengelolaan bendungan dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) atau Balai Wilayah Sungai (BWS) yang dibantu oleh Unit Pengelola Bendungan (UPB). Total Balai yang mengelola bendungan sebanyak 26 Balai dengan jumlah UPB sebanyak 68.